One of the standards in the aviation world that must be obeyed by all airlines is the availability of flight safety instructions on the plane.Sriwijaya Air adds flights to deliver services to aviation safetymanual in Braille on the entire plane.
The launch of the flight safety manual in Braille makes Sriwijaya Airas the first airline in Indonesia (and even the world) that providesfacilities for people with special needs (visually impaired). This is one form of caring Sriwijaya Air against persons with disabilities.
On the other hand, the Ministry of communications received many reports about the discriminatory treatment received by persons with disabilities, especially the passengers at the time of a passenger. For example: Many are found at the time of check-in, the blind are forced to sign a waiver sick, and it was they were in good health. This treatment makes them uncomfortable.
Aviation safety guide contains information about the braille lettered:Explanation of the correct installation of seat belts, how to install the live vest, how to use an oxygen mask when the air pressure inside the cabin is reduced drastically, the location of emergency exits and how to open it, to where the lavatory on the plane.
Book flight safety instructions in Braille is made in four versions:one each for Boeing 737-200 aircraft type (made two versions),Boeing 737 300, and Boeing 737 400. Especially for the aircrafttype B 737 200, made in two versions because of the condition ofthe plane PK-PK-CJD CJE and different from any other B737-200.
Sriwijaya Air became the first airlines to equip the facility by presenting a book flight airline safety in Braille for blind customers.It is expected to increase the comfort, serenity and certainty for persons with disabilities, particularly blind people in each of the flight.
Salah satu standar dalam dunia penerbangan yang harus dipatuhi oleh seluruh maskapai penerbangan adalah tersedianya petunjuk keselamatn penerbangan di pesawat. Sriwijaya Air menambah layanan penerbangan dengan menghadirkan buku panduan keselamatan penerbangan dalam huruf Braille di seluruh pesawat.
Peluncuran buku panduan keselamatan penerbangan dalam huruf Braille ini menjadikan Sriwijaya Air sebagai maskapai penerbangan pertama di Indonesia (bahkan dunia) yang menyediakan fasilitas bagi orang yang memiliki kebutuhan khusus(tuna netra). Ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Sriwijaya Air terhadap para penyandang disabilitas.
Disisi lain, Kementerian perhubungan banyak menerima laporan tentang perlakuan diskriminasi yang diterima oleh para penyandang disabilitas terutama para penumpang pada saat menjadi penumpang. Sebagai contoh: Banyak ditemukan pasa saat check in, tuna netra dipaksa untuk menandatangani surat pernyataan sakit, padahal saat itu mereka dalam kondisi sehat. Perlakuan ini membuat mereka tidak nyaman.
Buku petunjuk keselamatan penerbangan berhurufkan Braille memuat informasi tentang : Penjelasan pemasangan sabuk pengaman yang benar, cara memasang pelampung, cara menggunakan masker oksigen apabila tekanan udara di dalam kabin berkurang secara drastis, letak pintu darurat serta bagaimana cara membukanya, sampai letak lavatory pada pesawat tersebut.
Buku petunjuk keselamatan penerbangan dalam huiruf Braille ini dibuat dalam empat versi : masing-masing untuk tipe pesawat Boeing 737-200(dibuat dua versi), Boeing 737 300, dan Boeing 737 400. Khusus untuk pesawat jenis B 737 200, dibuat dalam dua versi karena kondisi pesawat PK-CJE dan PK-CJD berbeda dengan pesawat B737-200 lainnya.
Sriwijaya Air menjadi airlines pertama yang melengkapi fasilitas penerbangannya dengan menghadirkan buku keselamatan penerbangan dalam huruf Braille untuk pelanggan tuna netra. Hal ini diharapkan dapat menambah kenyamanan, ketenangan dan kepastian bagi penyandang disabilitas, khususnya tuna netra dalam setiap melakukan penerbangan.